Deskripsi Gambar Glugo, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul
Informasi
(0274) 376115
Emergence
(0274) 2872046

Pertolongan Pertama Perawatan Luka di Rumah

2025-03-06 02:07:33
Pertolongan Pertama Perawatan Luka di Rumah

Ditulis oleh : Diani Ade Widyasari, S. Kep, Ners ( Ka. Bid. Keperawatan RSKB. Ring Road Selatan ) 
 
Luka adalah suatu kondisi di mana ada kerusakan pada jaringan tubuh akibat trauma fisik, infeksi, atau kondisi medis lainnya. Luka bisa berupa luka ringan seperti lecet atau goresan, hingga luka berat yang membutuhkan perhatian medis intensif. Perawatan luka yang tepat sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan, mengurangi risiko infeksi, dan meminimalkan bekas luka. Artikel ini akan membahas berbagai aspek perawatan luka, mulai dari jenis-jenis luka hingga langkah-langkah perawatan yang perlu dilakukan. 

Jenis-jenis Luka 

Sebelum membahas lebih lanjut tentang perawatan luka, penting untuk memahami jenis-jenis luka yang ada, karena perawatan setiap jenis luka bisa berbeda-beda. 

  1. Luka Abrasi (Lecet)
    Luka ini terjadi ketika lapisan luar kulit terkikis akibat gesekan dengan permukaan kasar, seperti terjatuh atau terserempet benda tajam. Luka ini biasanya tidak dalam, tetapi bisa menimbulkan rasa sakit dan memerlukan pembersihan untuk mencegah infeksi.

  2. Luka Sayatan
    Luka ini terjadi akibat pemotongan atau sayatan, misalnya karena pisau atau alat tajam lainnya. Luka sayatan biasanya lebih bersih dan dapat dijahit untuk mempercepat penyembuhan.

  3. Luka Tusuk
    Luka tusuk disebabkan oleh benda tajam yang menembus kulit, seperti paku atau pisau. Luka jenis ini bisa lebih dalam dan berisiko tinggi menyebabkan infeksi karena kedalaman luka yang sulit dijangkau.

  4. Luka Tertutup (Contusio)
    Luka ini terjadi akibat benturan keras pada tubuh, misalnya akibat kecelakaan. Meski tidak ada robekan pada kulit, luka ini bisa menyebabkan memar, perdarahan internal, atau pembengkakan.

  5. Luka Bakar
    Luka bakar dapat disebabkan oleh panas, api, atau bahan kimia. Luka ini dapat dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya, mulai dari luka bakar ringan (derajat 1) hingga luka bakar yang lebih parah (derajat 3).

  6. Luka Infeksi
    Luka infeksi adalah luka yang terkontaminasi oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur, yang menyebabkan infeksi pada bagian tubuh yang terluka. Infeksi terjadi ketika mikroorganisme masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka dan mulai berkembang biak, mengarah pada peradangan dan gejala lainnya.
     
    Gejala yang biasa terjadi pada luka infeksi antara lain:
     
    1.      Pembengkakan di sekitar luka.
    2.      Rasa nyeri atau sensasi terbakar.
    3.      Kemerahan pada area luka.
    4.      Panas atau demam.
    5.      Luka mengeluarkan nanah atau cairan berwarna kuning kehijauan.
    6.      Kehilangan fungsi atau gerakan pada area luka, tergantung pada lokasi.

    Penyebab infeksi luka umumnya adalah bakteri seperti Staphylococcus aureus, yang bisa masuk ke luka akibat kebersihan yang buruk, luka yang tidak segera dibersihkan atau dirawat, atau kontak dengan benda yang terkontaminasi.

    Pengobatan luka infeksi melibatkan beberapa langkah, seperti:
    ·         Pembersihan luka untuk menghilangkan kotoran dan mikroorganisme.
    ·         Antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri jika diperlukan.
    ·         Perawatan luka dengan membalutnya secara tepat agar tetap kering dan terlindung.
    ·         Dalam beberapa kasus, jika infeksi cukup parah, bisa diperlukan prosedur medis pembedahan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi.


    Langkah-langkah Perawatan Luka di Rumah
    Perawatan luka yang tepat sangat bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Berikut adalah langkah-langkah dasar dalam merawat luka:

    1. Cuci Tangan Terlebih Dahulu

    Sebelum merawat luka, pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Ini adalah langkah pertama untuk menghindari infeksi yang mungkin timbul akibat kuman yang menempel pada tangan.

    2. Hentikan Perdarahan

    Jika luka mengeluarkan darah, cobalah untuk menghentikan perdarahan dengan menekan area luka menggunakan kain bersih atau perban. Posisikan bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari jantung untuk membantu memperlambat aliran darah.

    3. Bersihkan Luka

    Bersihkan luka dengan hati-hati menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun / cairan infus Nacl 0,9% jika ada. Hindari menggunakan alcohol, revanol, povidone iodine (obat merah) yang terlalu keras, karena dapat merusak jaringan sehat dan memperlambat proses penyembuhan. Gunakan kassa steril untuk membersihkan luka dari kotoran atau debris.

    4. Oleskan Salep atau Antiseptik

    Setelah luka dibersihkan, Anda bisa mengoleskan salep antibiotik untuk mencegah infeksi. Pastikan untuk menggunakan produk yang tepat dan sesuai dengan jenis luka.

    5. Tutup Luka dengan Kassa Steril

    Untuk luka yang lebih dalam atau luka yang berisiko terkontaminasi, gunakan kassa steril untuk menutupi luka. Kassa steril ini membantu melindungi luka dari infeksi dan menjaga kelembaban agar proses penyembuhan lebih cepat.

    6. Ganti Verban secara Rutin

    Gantilah verban setiap 3 hari atau lebih sering jika terasa basah atau kotor. Ini akan membantu menjaga kebersihan luka dan mencegah infeksi.

    7. Perhatikan Tanda-tanda Infeksi

    Amati tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, pembengkakan, panas, atau nanah yang keluar dari luka. Jika gejala ini muncul, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    8. Berikan Obat Bila Perlu

    Jika perlu, gunakan obat penghilang rasa sakit yang disarankan oleh dokter untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan. Pastikan untuk memberi luka waktu yang cukup untuk sembuh, dan hindari menekan atau menggaruk luka.

    Makanan untuk Mendukung Penyembuhan Luka
     
    Penyembuhan luka tidak hanya bergantung pada perawatan luar, tetapi juga pada asupan nutrisi yang tepat. Berikut adalah beberapa makanan yang dapat membantu mempercepat penyembuhan luka:
     
  • Protein: Protein sangat penting untuk regenerasi jaringan. Makanan yang kaya protein seperti daging tanpa lemak, ikan, telur, dan kacang-kacangan dapat membantu proses penyembuhan.
  • Vitamin C: Vitamin C berperan dalam sintesis kolagen dan memperkuat sistem imun. Sumbernya antara lain jeruk, tomat, brokoli, dan strawberry.
  • Zinc: Mineral ini penting untuk perbaikan jaringan dan penyembuhan luka. Sumbernya termasuk daging sapi, ayam, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
  • Vitamin A: Vitamin A mendukung regenerasi sel dan mempercepat penyembuhan luka. Sumber makanan yang kaya vitamin A termasuk wortel, ubi jalar, dan sayuran hijau.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?
 
Walaupun sebagian besar luka dapat dirawat di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Jika luka:
 
  • Mengalami perdarahan yang tidak berhenti setelah ditekan.
  • Terdapat benda asing yang menancap di dalam luka.
  • Terjadi pada area wajah, mata, atau sendi besar.
  • Menunjukkan tanda-tanda infeksi yang parah seperti nanah, demam, atau pembengkakan besar.
  • Merupakan luka bakar serius atau luka tusuk yang dalam.

Segera periksakan ke Rumah Sakit Khusus Bedah Ring Road Selatan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
 
Kesimpulan
 
Perawatan luka yang baik adalah kunci untuk penyembuhan yang cepat dan mencegah infeksi. Dengan langkah-langkah yang tepat, luka ringan hingga berat dapat sembuh dengan baik. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan luka dan mengikuti petunjuk perawatan yang sesuai dengan jenis luka yang Anda alami. Jika ada keraguan atau gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan tenaga medis di Rumah Saki Khusus Bedah Ring Road Selatan
 
More


Operasi Bibir Sumbing Gratis oleh RSKB Ring Road Selatan

2025-02-21 04:34:40
Operasi Bibir Sumbing Gratis oleh RSKB Ring Road Selatan

oleh dr. Safira Nur Askarina

Operasi Bibir Sumbing Gratis oleh RSKB Ring Road Selatan Bekerjasama dengan Yayasan Cahaya Senyum Nusantara dan Smile Train 

Mengembalikan Senyum Anak-Anak Indonesia 
Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing, Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Ring Road Selatan bekerjasama dengan Yayasan Cahaya Senyum Nusantara dan Smile Train menyelenggarakan program operasi bibir sumbing gratis. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik dan menyeluruh kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Latar Belakang
Bibir sumbing merupakan salah satu kelainan kongenital yang cukup umum terjadi di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi penampilan fisik, tetapi juga masalah psikologis dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti kesulitan makan, berbicara, dan infeksi telinga berulang. Di banyak kasus, keluarga yang kurang mampu seringkali tidak memiliki akses terhadap perawatan medis yang memadai untuk mengatasi kondisi ini. Menyadari pentingnya penanganan yang cepat dan tepat, RSKB Ring Road Selatan bersama Yayasan Cahaya Senyum Nusantara dan Smile Train berkomitmen untuk memberikan solusi bagi anak-anak yang terlahir dengan bibir sumbing. Kerjasama ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan finansial yang sering menjadi penghalang bagi keluarga dalam mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. 

Program Operasi Bibir Sumbing Gratis 
Program operasi bibir sumbing gratis ini dirancang untuk memberikan perawatan medis yang komprehensif mulai dari pemeriksaan awal, operasi, hingga perawatan pasca operasi. Para peserta program akan mendapatkan penanganan dari tim medis RSKB Ring Road Selatan yang terdiri dari dokter bedah, ahli anestesi, dan tim perawat yang berpengalaman. 

Proses Pendaftaran dan Seleksi 
Pendaftaran dibuka sepanjang tahun, dapat dilakukan melalui telepon ke nomor Pendaftaran RSKB Ring Road Selatan (0274) 376115 atau dapat menghubungi kontak 0815-7899-9311. Calon peserta harus melakukan cek laboratorium dan melakukan konsultasi untuk memastikan bahwa mereka memenuhi kriteria untuk menjalani operasi. Tim medis akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan kesiapan peserta menjalani prosedur bedah.

Pelaksanaan Operasi 
Operasi akan dilaksanakan di RSKB Ring Road Selatan yang dilengkapi dengan peralatan medis dengan standar keselamatan tinggi. Setiap prosedur bedah dilakukan dengan perhatian penuh terhadap keselamatan dan kenyamanan pasien. Selain operasi, peserta juga akan mendapatkan sesi konsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik untuk mendukung proses pemulihan mereka. 

Perawatan Pasca Operasi 
Setelah operasi, pasien akan mendapatkan edukasi mengenai perawatan pasca bedah dan perawatan lanjutan yang mencakup kontrol rutin untuk memastikan hasil yang optimal. 

Dampak Positif 
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan anak-anak yang menjalani operasi. Dengan senyum yang kembali, anak-anak ini diharapkan dapat lebih percaya diri dan memiliki peluang yang lebih baik dalam pendidikan dan kehidupan sosial mereka. Selain itu, program ini juga berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanganan bibir sumbing dan bagaimana mendapatkan bantuan yang diperlukan. 

Penutup
RSKB Ring Road Selatan, Yayasan Cahaya Senyum Nusantara, dan Smile Train berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak di seluruh Indonesia. Melalui kerjasama yang erat dan dedikasi yang tinggi, kita dapat mewujudkan senyum yang lebih cerah dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang terlahir dengan bibir sumbing. Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan cepat, tepat, dan profesional, RSKB Ring Road Selatan akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat, sesuai dengan visi untuk melaksanakan pelayanan medis terutama dalam bidang bedah spesialis dan sub spesialis, serta mewujudkan proses pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan .
More


APENDISITIS AKUT

2025-02-04 06:22:52
APENDISITIS AKUT


Oleh : dr. Francisca Christauriza AP, Sp. B
 
Apa itu Appendisitis (Radang usus buntu) akut ?
Appendisitis akut adalah peradangan akut yang terjadi pada Appendix vermicularis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering pada anak-anak maupun dewasa. Appendisitis akut merupakan kasus bedah emergensi yang paling sering ditemukan pada anak-anak dan remaja. Appendisitis lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan dengan perbandingan 3:2.
Appendisitis dapat ditemukan pada semua umur, hanya pada anak kurang dari satu tahun jarang dilaporkan. Insidensi tertinggi pada kelompok umur 20-30 tahun, setelah itu menurun.
Appendiks merupakan organ berbentuk tabung, panjangnya kira-kira 10 cm (kisaran 3-15cm), dan berpangkal di caecum. Lumennya sempit di bagian proksimal dan melebar di bagian distal. Namun demikian, pada bayi, appendiks berbentuk kerucut, lebar pada pangkalnya dan menyempit ke arah ujungnya.
 
 Apa penyebab terjadinya appendisitis akut ?
Appendisitis disebabkan karena adanya obstruksi pada lumen appendiks sehingga terjadi kongesti vaskuler (pembuluh darah), iskemik nekrosis dan akibatnya terjadi infeksi. Appendisitis umumnya terjadi karena infeksi bakteri.
 
 Bagaimana terjadinya appendisitis akut?
Appendiks menghasilkan lender 1-2 ml per hari. Lendir itu normalnya dicurahkan ke dalam lumen dan selanjutnya mengalir ke caecum. Hambatan aliran lendir di muara appendiks berperan pada terjadinya appendisitis akut
 
 Gejala appendisitis akut 
Awalnya, pasien akan merasa gejala saluran cerna ringan seperti berkurangnya nafsu makan, perubahan kebiasaan BAB yang minimal, dan kesalahan pencernaan. Muncul nyeri di daerah sekitar pusar ataupun uluhati yang kemudian dapat berpindah kearah perut kanan bawah, mual dan muntah, demam, serta denyut jantung menajdi cepat.
Nyeri seluruh perut dan deman dialami jika appendisitis akut sudah mengalami komplikasi lanjut berupa apendisitis perforasi ( pecahnya usus buntu )
 
 Diagnosis appendisitis akut
Selain dari hasil pemeriksaan fisik oleh dokter, penegakan diagnosis appendisitis akut dibantu dengan:
-          Pemeriksaan laboratorium darah dan urine
-          USG abdomen , apendicografi , CT scan abdomen bila ada indikasi
 
Tatalaksana apendisitis akut
Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Bedah karena semua kasus appendisitis memerlukan intervensi tindakan pengangkatan dari appendiks yang terinflamasi dengan melakukan operasi, pemberian obat antibiotik dan pemberian obat analgetik . Pengangkatan appendiks ( usus buntu) tidak mempengaruhi sistem imun tubuh karena jumlah jaringan limfe disini kecil sekali jika dibandingkan dengan jumlahnya di saluran cerna dan di seluruh tubuh sehingga tidak perlu khawatir apabila ingin melakukan operasi appendisitis
More


Berita
Laman Careers
Loker Penata Anestesi
- More
Loker Kasir
- More