Ditulis ulang oleh : dr. Afiazka Luthfita, MMR, Sp. B
01/08/2025
Menemukan benjolan di payudara tentu bisa menimbulkan kekhawatiran. Namun, penting untuk diketahui bahwa tidak semua benjolan bersifat ganas atau kanker. Salah satu jenis benjolan payudara yang paling umum dan bersifat jinak adalah Fibroadenoma Mammae atau yang sering disingkat FAM.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu FAM, mulai dari penyebab, gejala, cara diagnosis, hingga pilihan penanganannya.
Apa Itu Fibroadenoma Mammae (FAM)?
Fibroadenoma adalah tumor jinak (non-kanker) pada payudara yang paling sering terjadi pada wanita usia subur, umumnya antara usia 15 hingga 35 tahun. Namanya berasal dari gabungan kata "fibroma" (jaringan ikat) dan "adenoma" (jaringan kelenjar). Ini menggambarkan komposisi tumor yang terdiri dari jaringan ikat stroma dan jaringan kelenjar (epitel). Karena bersifat jinak, FAM tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan umumnya tidak berbahaya.
Gejala dan Ciri-ciri Khas FAM
Anda dapat mengenali FAM dari beberapa ciri khasnya, meskipun diagnosis pasti tetap harus dilakukan oleh dokter. Ciri-ciri tersebut antara lain:
- Bentuk: Bulat atau lonjong dengan tepi yang jelas dan teratur.
- Tekstur: Terasa padat, kenyal, atau seperti karet saat disentuh.
- Mobilitas: Sangat mudah digerakkan atau digeser di bawah kulit. Karena sifatnya ini, FAM sering dijuluki sebagai "breast mouse" (tikus payudara).
- Rasa Nyeri: Umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, beberapa wanita mungkin merasakan nyeri ringan, terutama menjelang siklus menstruasi.
- Ukuran: Bervariasi, mulai dari sangat kecil (kurang dari 1 cm) hingga besar (lebih dari 5 cm). Ukurannya bisa berubah, sering kali membesar saat hamil atau menyusui, dan bisa mengecil setelah menopause.
Apa Penyebab Munculnya FAM?
Penyebab pasti terbentuknya FAM belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini bahwa kemunculannya sangat erat kaitannya dengan hormon reproduksi, terutama estrogen.
Beberapa fakta yang mendukung teori ini adalah:
- FAM lebih sering muncul pada wanita di usia reproduktif, saat kadar estrogen sedang tinggi.
- Benjolan dapat membesar selama kehamilan atau saat menjalani terapi hormon.
- Benjolan cenderung menyusut dan bahkan menghilang setelah wanita memasuki masa menopause, yaitu ketika kadar estrogen menurun drastis.
Jenis-jenis Fibroadenoma
Secara umum, FAM dibagi menjadi beberapa jenis:
- FAM Simpleks (Sederhana): Jenis yang paling umum. Dilihat di bawah mikroskop, jaringannya terlihat homogen (seragam). Jenis ini tidak meningkatkan risiko kanker payudara.
- FAM Kompleks: Mengandung komponen lain seperti kista atau kalsifikasi (penumpukan kalsium). Wanita dengan riwayat FAM kompleks memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk mengembangkan kanker payudara di kemudian hari dibandingkan wanita tanpa riwayat benjolan payudara.
- FAM Juvenil: Terjadi pada remaja perempuan usia 10-18 tahun. Benjolan ini bisa tumbuh sangat besar dan cepat.
- FAM Raksasa (Giant): Ukuran benjolan bisa mencapai lebih dari 5 cm dan memerlukan pengangkatan karena dapat menekan jaringan payudara di sekitarnya.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda:
- Menemukan benjolan baru di payudara.
- Melihat adanya perubahan pada benjolan yang sudah ada (misalnya, ukuran membesar dengan cepat).
- Merasakan nyeri pada benjolan.
- Melihat perubahan pada kulit payudara (seperti kemerahan, mengerut, atau lesung).
- Melihat keluarnya cairan abnormal dari puting.
- Prinsipnya, setiap perubahan pada payudara harus dievaluasi oleh tenaga medis profesional untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.
Proses Diagnosis FAM
Untuk memastikan bahwa benjolan tersebut adalah FAM dan bukan keganasan, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan:
- Pemeriksaan Fisik Payudara: Dokter akan meraba benjolan untuk menilai ukuran, tekstur, dan mobilitasnya.
- Pemeriksaan Pencitraan (Imaging):
- USG Payudara: Metode yang paling umum digunakan, terutama untuk wanita di bawah usia 35 tahun. USG dapat dengan jelas membedakan antara benjolan padat (seperti FAM) dan kista (kantung berisi cairan).
- Mammografi: Lebih sering direkomendasikan untuk wanita di atas usia 35 tahun.
- Mammogram menggunakan sinar-X dosis rendah untuk melihat gambaran jaringan payudara.
3. Biopsi: Ini adalah satu-satunya cara untuk mengonfirmasi diagnosis 100%. Dokter akan mengambil sampel kecil
jaringan dari benjolan untuk dianalisis di laboratorium. Jenis biopsi yang umum adalah Fine-Needle Aspiration (FNA) atau Core Needle Biopsy.
jaringan dari benjolan untuk dianalisis di laboratorium. Jenis biopsi yang umum adalah Fine-Needle Aspiration (FNA) atau Core Needle Biopsy.
Penanganan dan Pengobatan
Pilihan penanganan FAM tergantung pada hasil diagnosis, ukuran benjolan, gejala yang ditimbulkan, dan preferensi pasien.
- Observasi (Pemantauan): Jika benjolan berukuran kecil, tidak menimbulkan gejala, dan hasil biopsi telah memastikan bahwa itu adalah FAM simpleks, dokter mungkin hanya akan merekomendasikan pemantauan berkala. Anda akan diminta untuk melakukan pemeriksaan USG secara rutin (misalnya, setiap 6-12 bulan) untuk memantau apakah ada perubahan ukuran.
- Operasi Pengangkatan (Lumpektomi): Prosedur operasi direkomendasikan jika:
- Benjolan berukuran besar (di atas 3 cm) atau terus tumbuh.
- Menimbulkan rasa nyeri atau ketidaknyamanan.
- Hasil biopsi menunjukkan tipe FAM kompleks.
- Pasien merasa cemas dan ingin benjolan tersebut dihilangkan.
Operasi pengangkatan FAM adalah prosedur yang relatif sederhana dan umumnya tidak memengaruhi bentuk payudara secara signifikan.
Kesimpulan
Fibroadenoma Mammae (FAM) adalah kondisi yang sangat umum dan tidak berbahaya. Meskipun begitu, kesadaran untuk memeriksa payudara sendiri secara rutin (SADARI) dan tidak menunda konsultasi ke dokter saat menemukan adanya kejanggalan adalah kunci utama untuk kesehatan payudara. Dengan diagnosis yang tepat, Anda bisa mendapatkan ketenangan pikiran dan penanganan yang sesuai.
Kesimpulan
Fibroadenoma Mammae (FAM) adalah kondisi yang sangat umum dan tidak berbahaya. Meskipun begitu, kesadaran untuk memeriksa payudara sendiri secara rutin (SADARI) dan tidak menunda konsultasi ke dokter saat menemukan adanya kejanggalan adalah kunci utama untuk kesehatan payudara. Dengan diagnosis yang tepat, Anda bisa mendapatkan ketenangan pikiran dan penanganan yang sesuai.